Selasa, 22 Oktober 2019

Perkembangan dan pertumbuhan daerah Siak Sri Inderapura

Kota Siak Sri Indrapura merupakan cikal bakal kota Kerajaan Siak terletak di tepian Sungai Siak. Sejak ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Siak, Kota Siak Sri Indrapura sebagai kota terencana (planned city) telah mengalami perkembangan dalam berbagai aspek. Perkembangan Kota Siak Sri Indrapura tidak terpisahkan dari keberadaan Kawasan Cagar Budaya Istana Asserayah Al-Hasyimiah, perkembangan yang terjadi lebih diarahkan kepada pelestarian dan perlindungan kawasan cagar budaya.

 Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan perkembangan Kota Siak Sri Indrapura dengan Kawasan Cagar Budaya Istana Asserayah Al-Hasyimiah dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Kota Siak Sri Indrapura dengan Kawasan Cagar Budaya Istana Asserayah Al-Hasyimiah. Penelitian ini menggunakan metode deduktif-kualitatif. Metode kualitatif untuk menganalisis data primer (wawancara) dan metode deduktif untuk menganalisis beberapa variabel yang berkaitan dengan penelitian, diantaranya tata lansekap, guna lahan, tata bangunan, tata hunian masyarakat, sirkulasi, tata kehidupan masyarakat dan sejarah kebudayaan. Metode pendekatan penelitian menggunakan pendekatan eksploratif yang digunakan untuk mencari sebab atau hal-hal yang mempengaruhi perkembangan Kota Siak Sri Indrapura dengan Kawasan Cagar Budaya Istana Asserayah Al-Hasyimiah. Unit amatan yang dianalisis adalah Kota Siak Sri Indrapura, dimana terdapat Kawasan Cagar Budaya Istana Asserayah Al-Hasyimiah di pusat kota. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara perkembangan Kota Siak Sri Indrapura dengan Kawasan Cagar Budaya Istana Asserayah Al-Hasyimiah. Pertapakan lahan yang relatif datar di tepian Sungai Siak menjadikan kawasan ini sesuai diperuntukkan dalam pengembangan perkotaan sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Siak hingga pemerintahan Kabupaten Siak. Segala aktifitas pembangunan di Kota Siak Sri Indrapura mengedepankan unsur keberadaan bangunan Istana Asserayah Al-Hasyimiah dalam menjaga citra dan identitas kota. Faktor dominan dalam mempengaruhi hubungan perkembangan Kota Siak Sri Indrapura dengan Kawasan Cagar Budaya Istana Asserayah Al-Hasyimiah adalah kondisi sosial budaya dan kondisi fisik. Pemerintah memiliki peran kontrol dan kebijakan untuk mengarahkan perkembangan kota berdasarkan atas nilai-nilai pelestaraian dan perlindungan kawasan cagar budaya. Perkembangan Kota Siak Sri Indrapura memberikan efek pengganda bagi pertumbuhan ekonomi dan eksistensi Kawasan Cagar Budaya Istana Asserayah Al-Hasyimiah. Akses akan semakin mudah jika anda melakuakn pesan travel Siak Pekanbaru

Siak Sri Indrapura – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Suprapto resmi menutup W
Malam penutupan tersebut, beberapa peserta yang mengikuti Workshop Sastra menampilkan hasil karyanya dengan membaca puisi.
Berbagai penampilan puisi menghiasi malam penutupan Workshop Sastra dihadapan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Suprapto, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud H. Syamsir serta Narasumber Marhalim Zaini.

Puguh Sutriono selaku Perwakilan dari Peserta Workshop Sastra mengucapkan terimakasih atas telah terselenggaranya kegiatan Workshop Sastra  yang ditaja oleh Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut Puguh, kegiatan yang telah di laksanakan ini sangat bermanfaat, terutama dalam mengembangkan kembali nilai nilai budaya sastra seperti pengembangan bahasa melayu serta nilai sejarah yang ada di siak.

“Kami mengucapkan Terimakasih banyak atas terselenggaranya Workshop Sastra yang di laksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, tentunya kegiatan ini bisa menambah ilmu serta wawasan kami dalam berkarya untuk mengangat nilai seni budaya local khususnya di Kabupaten Siak ini”, terang puguh.

Senada dikatakan Narasumber Marhalim Zaini, dengan adanya kegiatan Workshop Sastra ini, memberikan semangat baru untuk selalu berkarya bagi para peserta, terutama dalam memajukan dunia sastra dalam bentuk pelestarian Bahasa Melayu  di Kabupaten siak maupun  mampu menulis sejarah siak dalam bentuk karya sastra.

“Siak merupakan bagian dari perkembangan sastra di riau,itu karena disini  adalah bagian dari energy besar kita untuk menciptakan karya sastra. Potensinya sangat besar sekali, cuma kita tidak bisa melihat karya karya mereka karena mungkin media untuk berekspresi mereka kurang maupun ruang untuk mengexplorasi mereka juga belum ada,sehingga bakat bakat potensi besar itu belum muncul, jadi saya juga mengharapkan agar terus lah berkarya untuk memajukan siak”, harap dia.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Suprapto mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan Workshop Sastra menurut dia dengan adanya kegiatan seperti ini akan memberikan serta membuka semangat baru bagi para pencinta Sastra Seni Budaya, sehingga bisa mengangkat kembali nilai nilai sejarah kearifan lokal yang ada di siak.

“saya berharap,tidak hanya sampai disini saja.namun terus lah berlanjut hingga kedepannya akan ada pengembangan pengembangan melalui sanggar sanggar,komunitas dengan cara kita pelaku seni harus mencari cara dengan terobosan terobosan baru agar bisa terus berkembang, tentunya seni sastra serta kearifan local yang ada di siak semakin dikenal”, tandasnya.

Travel Siak Pekanbaru siap menemani perjalanan anda jika anda melakukan perjalanan dengan aman dan kami mengutamakan keselamatan penumpang hingga sampai tujuan.

Cek alamat travel Siak di TravelSiak.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perkembangan dan pertumbuhan daerah Siak Sri Inderapura

Kota Siak Sri Indrapura merupakan cikal bakal kota Kerajaan Siak terletak di tepian Sungai Siak. Sejak ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten ...